Sekitar tahun 2013 saya dulu mengontrak di sebuah wilayah di depok 2. Lalu kemarin saya juga mengantar pindahan saudara saya, dan belum lama juga saya ikut membantu pindahan tetangga sebelah. Ngontrak memberi saya banyak pelajaran, yang mungkin juga pelajaran buat Anda:
- Pengelolaan barang: Semakin banyak barang, semakin repot pindahan. Ketika kita masih mengontrak rumah, alangkah lebih baik jika menjaga barang yang kita miliki seperlunya saja. Seleksi dan pilah-pilah mana barang prioritas dan barang yang bisa disisihkan. Semakin sedikit barang di rumah, semakin ringan hidup kita apalagi kalau masih mengontrak suatu saat masih akan pindahan sampai kita benar-benar punya rumah sendiri. Dan semakin sedikit barang, semakin ringan pindahan kita. Juga meringankan orang yang bantuin kita pindahan. Barang-barang yang bersih, juga membuat senang orang yang membantu pindahan dan mudah dalam pengelolaan. Tapi, kalo banyak barang-barang, tidak terurus dengan baik, bahkan kompor masih menempel minyak saja tidak sempat dibersihkan, lemari banyak sarang laba-laba itu tanda bahwa pemilik rumah tidak bisa merawat barang-barang yang dimiliki. Kalau barang saja tidak kerawat, bagaimana dengan hidup? Kita belajar merawat hidup, dari merawat barang-barang yang kita miliki.
- Belajar mandiri: Tinggal di kontrakan, memberi kita pelajaran kemandirian. Gimana kamu menyiapkan sarapan pagi, gimana kamu bisa bangun sholat shubuh, gimana kamu mengatur keuangan bulanan. Tinggal di kontrakan sarat akan kemandirian yang bisa kamu dapatkan. Sesekali, kamu perlu merasakan tinggal di kontrakan. Ngontrak itu seru! Kita merasa kemandirian itu seperti rumah kita sendiri, tidak ada yang mengusik. Tidak ada yang memarahin kalau pulang lebih malem, tidak ada yang ngomel kalo piring belum dicuci. Kita bisa banyak belajar dari ngontrak, salah satunya adalah bagaimana agar kita benar-benar bisa punya rumah sendiri suatu saat nanti dan bagaimana kita menyelesaikan masalah-masalah yang ada dengan kepala kita sendiri bukan karena didesak orang lain.

- Belajar keuangan: Salah satu hal krusial yang harus dan tidak bisa dihindari adalah membayar sewa kontrakan tepat waktu. Meski nggak apa-apa kalau telat, dulu pemilik kontrakan saya kadang maklum saat tiba waktu pembayaran sewa namun saya blum bisa membayarkan dia tidak memberi beban denda keterlambatan. Tapi, saya merasa tidak enak dengan pemilik kontrakan. Ketika masih mengontrak saya selalu memikirkan uang sewa bulan depan, bagaimana? Karena hanya memiliki pemasukan dari gaji bulanan, maka biasaya langsung kepotong setengah gaji itu untuk membayar sewa. Saya selalu berfikir bagaimana supaya uang sewa selalu ada, dengan apa saya bisa menambah pemasukan supaya bisa menabung, dll.
- Pemeliharaan rumah: Selama saya mengontrak, saya berbincang dengan pemilik kontrakan. Saya kira pemilik kontrakan itu tinggal enak-enakan saya menerima uang masuk dari penyewa. Rupanya tidak demikian, dia harus memikirkan biaya pemeliharaan rumah. Seperti kalo ada genteng bocor, pompa air bermasalah, pintu rusak. Bahkan pernah beliau menombok untuk membenarkan rumah dengan uang sendiri (bukan pemasukan sewa). Ada biaya pemeliharaan dari setiap rumah yang disewakan.
- Mimpi punya kontrakan: Dari mengontrak saat saya masih SMK, saat itu saya mengontrak di temanggung. Saya jadi punya mimpi untuk bisa memiliki kontrakan suatu saat nanti. Saya suka pemasukan yang pasti, seperti salah satunya pemasukan dari sewa kontrakan. Jadi saya bermimpi untuk bisa punya kontrakan di dekat sekolahan, punya kontrakan di perkotaan sementara saya tinggalnya di desa.
- Hidup jauh dari orang tua: Alasan untuk ngontrak mungkin salah satunya adalah karena ingin punya jarak dengan orang tua, khususnya bagi yang sudah menikah dan memiliki anak. Managemen keluarga kita, kadang beda dengan managemen orang tua kita yang masih berprinsip lama. Saat kita tinggal di satu atap, banyak sekali perbedaan yang terjadi dan itu kadang membuat cekcok. Untuk menghindari konflik, kadang perlu untuk mengontrak rumah. Saya merasakan hal ini. Tapi saya juga memaklumi, di sisi lain kita harus berbakti dengan orang tua tapi di sisi lainnya kita harus memperjuangkan pendapat kita sendiri.
- Suasana baru: Tinggal di satu tempat dalam waktu lama, terkadang membuat kita jenuh dan tidak kreatif. Dengan mengontrak di tempat baru, dalam waktu yang cukup misalnya 6 bulan sampai setahun. Akan membuat kita jadi lebih semangat lagi menjalani hidup karena suasana lingkungan baru. Lingkungan sangat penting untuk membentuk siapa kita, perlu memilih lingkungan yang lebih baik untuk menunjang sukses dan ketenangan hidup. Kita bisa terus mencari lingkungan yang tepat.
- Belajar menghadapi masalah sendiri: Saya pernah saat ngontrak dulu bermasalah dengan hutang bank. Bermasalah dengan keuangan bisnis yang minus. Saya harus pontang-panting, keluar rumah sering-sering untuk mencari pinjaman. Bahkan hal paling sedih yang masih saya ingat adalah di malam bulan ramadhan, saya menangis diatas motor, karena nggak bisa ikut sholat terawaih demi mencari pinjaman uang untuk membuat bisnis kecil saya malam itu tetap berjalan. Saya mengadu ke Allah, karena tidak bisa mengandalkan orang tua. Saya tidak bisa meminta tolong orang lain, dan masalah itu tetap harus dihadapi. Ada banyak pelajaran dari mengontrak salah satunya belajar menghadapi masalah sendiri.
- Bertetangga: Ada saja urusan dengan tetangga kontrakan, pernah tetangga samping brisik banget, ada yang tetangga sampai tengah malam masih rame, pernah juga ngalamin bayar listrik dibagi dua dengan tetangga samping dan kita merasa tidak adil dngan penggunaan alat-alat listrik tersebut, pernah ada tetangga yang sok senior, nggak mau disenggol. Saya harus belajar menghadapi berbagai macam kondisi dengan tetangga sebelah tersebut.
- Kembali ke rumah sendiri: Mungkin sebagian dari Anda pembaca, sebetulnya sudah punya rumah. Mengontrak cuma untuk pelampiasan saja. Ada saatnya nanti untuk kamu kembali ke rumah kamu sendiri. Maka kembalilah, dekatlah lagi dngan orang tua yang dia rindu dengan kehadiran mu. Buat kamu yang mungkin tidak punya, maka ini impian untuk bisa punya rumah sendiri.
- Daripada ngontrak, mending nyicil rumah: Ini pelajaran terakhir yang pernah terbesit dalam kepala saya, dulu mikir daripada bayar kontrakan per bulan tapi pada akhirnya gak dapat apa-apa, alangkah lebih baiknya kalau bisa nyicil bulanannya lebih tinggian dikit tapi pada akhirnya nanti rumah yang kita bayarin itiu bisa jadi hak milik. Ada loh yangngontraknya itu puluha tahun, kan make sense jika itu diperbandingkan. Ngontrak, nggak dapat rumah. Nyicil kpr, bisa dapat rumah & sertifikat hak milik.
Apapun kondisi Anda sekarang syukurilah. Masih mengontrak nikmatilah dan belajarlah. Sudah punya rumah sendiri, bersyukurlah banyak banyak dan teruslah berupaya untuk bisa punya rumah lagi.
Bagi Anda yang mungkin berencana ingin menyicil rumah, kami managemen realestatedepok punya beberapa listing rumah yang bisa kamu lihat dan cicil. Silakan klik di bagian ini daftar listing perumahan depok. Semoga dan insyaallah kamu bisa punya rumah sendiri suatu saat nanti, karena ada Allah yang maha kuasa yang siap mewujudkan mimpi kamu.
One Response