Menerapkan adab bertamu ke rumah orang, bisa memberikan kita pahala.

Menurut dr. Victa Ryza Catartika, berikut adab yang harus diperhatikan:

  1. Jangan masuk rumah terlebih dahulu. Sebaiknya mengetuk pintu dan mengucapkan “assalamualaikum” untuk memanggil pemilik rumah. *1
  2. Saat sudah dijawab salam, pastikan posisi kita berada di samping pintu bukan tepat di depan pintu. Ini supaya menghindari kita sebagai tamu melihat aurat apabila misalnya pemilik rumah masih bersiap-siap dalam rangka membukakan pintu.*1
  3. Hendaknya tidak masuk ke dalam rumah, yang penghuni rumanya perempuan, sedangkan tidak ada suaminya di dalam rumah. Jika ada keperluan yang urgens, kita bisa mengobrol di serambi rumah.
  4. Jika telah mengucapkan salam sebanyak 3 kali, tidak ada jawaban dari pemilik rumah. Maka hendaknya kita pulang karena mungkin pemilik rumah tidak ada dirumah, atau tidak mengizinkan ada tamu. Kita bisa datang lagi lain waktu. *2
  5. Tambahan: Jika bisa (tidak wajib), hendaknya membawa buah tangan, supaya tidak merepotkan pemilik rumah. Ini akan membuat gembira pemilik rumah. Juga menyenangkan kita karena sedekah. Dalam hal lain lagi, nanti insyaallah akan kita bahas juga adab-adab tersendiri bagi si penerima tamu (pemilik rumah) yang akan kita bahas terpisah.

Semoga bisa kita aplikasikan dalam rutinitas sehari-hari kita.

Dasar Anjuran

*1: Dari Abdullah bin Bisyr, ia berkata: Apabila Rasulullah SAW mendatangi rumah orang, beliau tidak berdiri di depan pintu, tetapi di samping kanan atau samping kiri, kemudian beliau mengucapkan salam “Assalamualaikum, assalamualaikum” karena saat itu rumah-rumah belum dilengkapi dengan tirai. (Hr. Abu Dawud).

*2: Jika kamu tidak menemui seorang pun didalamnya, janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu “Kembali sajalah, hendakny akkamu kembali, itu lebih bersih bagimu dan Allah maha mengetahuiapa yang kamu kerjakan. (Qs. An-nur 28).

*3: Dari Abu musa Al-Asy’ari ra. Ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Minta izin masuk rumah itu tiga kali. Jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah. (Hr. Bukhori Muslim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *